profile picture

Safira
Balasan dalam 1 menit

Safira
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
628175785528
×
profile picture

Safira

Active Now

Safira

Active Now

Tag

inventory management

Browsing

Seiring dengan berkembangnya suatu perusahaan, maka sering pula terjadi kesalahan dalam pengelolaan inventaris seperti overstock, stockout, atau kerusakan produk. Dalam kasus ini penggunaan Inventory Management menjadi sangat penting untuk mengatasi masalah tersebut. 

Artikel ini akan membahas pengertian, metode, manfaat, permasalahan, serta solusi dalam inventory management untuk membantu perusahaan mencapai efisiensi dan juga kesuksesan yang lebih baik.

Daftar Isi

Apa Itu Inventory Management?

Inventory Management

Inventory management merupakan proses pengawasan dan pengendalian stok barang atau bahan baku yang perusahaan miliki. Hal ini melibatkan pemantauan ketersediaan stok, pengelolaan pesanan, serta perencanaan kebutuhan stok yang optimal. 

Dengan mengadopsi sistem manajemen inventory yang efektif, perusahaan dapat menghindari kekurangan stok yang dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman produk kepada pelanggan, serta mengurangi biaya persediaan yang tidak perlu.

Metode/Teknik Inventory Management

Terdapat beragam metode atau teknik yang berguna dalam mengelola inventaris. Berikut adalah beberapa metode yang umum digunakan dalam inventory management:

Safety stock inventory

Safety stock inventory adalah stok tambahan yang perusahaan jaga untuk mengatasi ketidakpastian permintaan pelanggan atau keterlambatan pasokan bahan baku. 

Dengan memiliki persediaan tambahan ini, perusahaan dapat menghindari kekurangan stok yang dapat mengganggu kelancaran operasional.

First in, First out dan last in, First out

Metode FIFO (First In, First Out) dan LIFO (Last In, First Out) berguna untuk mengelola inventaris yang memiliki masa simpan terbatas. 

Pada metode FIFO, barang yang masuk lebih awal dijual atau digunakan lebih dulu, sementara pada metode LIFO, barang yang masuk terakhir yang digunakan atau dijual terlebih dahulu.

Just-in-time 

Just-In-Time (JIT) adalah pendekatan yang bertujuan untuk mengurangi persediaan dengan mengirimkan barang atau bahan baku tepat pada waktunya untuk diproses atau digunakan.

Dengan JIT, perusahaan dapat menghindari biaya penyimpanan yang tinggi dan mengoptimalkan aliran produksi.

Minimum order quantity

Minimum Order Quantity (MOQ) adalah jumlah minimum barang atau bahan baku yang harus dipesan agar dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan harga atau diskon tertentu. 

Dengan menggunakan MOQ, perusahaan dapat mengoptimalkan pembelian dan mengurangi biaya pengiriman yang tidak efisien.

Economic order quantity

Economic Order Quantity (EOQ) adalah metode untuk menghitung jumlah pesanan yang optimal berdasarkan biaya pemesanan dan juga biaya penyimpanan persediaan. 

Dengan menggunakan EOQ, perusahaan dapat mengidentifikasi jumlah pesanan yang dapat mengurangi biaya total persediaan.

Apa Pentingnya Inventory Management?

Inventory Management

Inventory Management memiliki peran yang signifikan dalam operasional bisnis. Berikut adalah beberapa alasan mengapa manajemen inventaris sangat penting:

Mencegah kekurangan stok

Dengan manajemen inventaris dengan baik, perusahaan dapat menghindari kekurangan stok yang dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman produk kepada pelanggan. 

Dengan memastikan ketersediaan stok yang optimal, perusahaan dapat menjaga kepuasan pelanggan dan juga mempertahankan loyalitas mereka.

Inventory management menghindari overstock

Ini membantu perusahaan untuk menghindari overstock, yaitu kondisi dimana terdapat terlalu banyak stok barang yang melebihi permintaan pelanggan. Overstock dapat menyebabkan biaya penyimpanan yang tinggi dan risiko barang rusak atau kadaluarsa. 

Dengan menggunakan inventory tracking dengan baik, perusahaan dapat mengoptimalkan persediaan dan mengurangi biaya yang tidak perlu.

Meningkatkan efisiensi operasional

Dengan menggunakan metode dan teknik manajemen inventaris yang tepat, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional. 

Proses produksi, pengiriman, dan penjualan dapat diatur dengan lebih baik, sehingga meminimalkan waktu tunggu dan biaya yang tidak perlu.

Mengoptimalkan penggunaan sumber daya

Manajemen inventaris membantu perusahaan dalam mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Dengan memantau dan mengelola persediaan dengan efektif, maka perusahaan dapat mengidentifikasi barang yang perlu dipesan, menghindari pembelian berlebihan, dan juga mengurangi biaya persediaan secara keseluruhan. 

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menggunakan sumber daya dengan lebih efisien dan mengalokasikannya dengan bijak.

Mengurangi risiko kerusakan atau kedaluwarsa produk

Dengan memantau masa simpan produk, melakukan rotasi stok (seperti metode FIFO atau LIFO), dan menjaga kontrol yang ketat terhadap kualitas barang, perusahaan dapat meminimalkan kerugian akibat kerusakan atau kehilangan nilai produk.

Dengan manajemen inventaris yang baik, maka perusahaan dapat menghindari risiko barang rusak atau kadaluwarsa

Inventory management meminimalkan biaya penyimpanan

Manajemen inventaris membantu perusahaan dalam mengurangi biaya penyimpanan. Dengan mengelola persediaan dengan baik, maka perusahaan dapat menghindari kelebihan persediaan yang memerlukan ruang penyimpanan tambahan dan biaya penyimpanan yang tinggi. 

Dengan mengoptimalkan persediaan, perusahaan dapat meminimalkan biaya persediaan dan meningkatkan profitabilitas.

Apa Manfaat Inventory Management?

Penerapan manajemen inventaris yang efektif memiliki berbagai manfaat bagi bisnis, antara lain:

Meminimalisir biaya persediaan

Dengan mengelola inventaris dengan baik, perusahaan dapat mengurangi biaya persediaan yang tidak perlu, seperti biaya penyimpanan, risiko produk kadaluarsa, dan bahkan  biaya penanganan persediaan.

Inventory management meningkatkan efisiensi operasional bisnis

Manajemen inventaris yang baik dapat membantu perusahaan mengoptimalkan proses produksi, pengiriman, dan juga penjualan. 

Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan menghindari terjadinya kekurangan stok atau kelebihan stok yang dapat menghambat kelancaran operasional.

Peningkatan layanan pelanggan

Dengan menjaga ketersediaan stok yang optimal, perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan dengan tepat waktu. Hal ini akan meningkatkan kepuasan pelanggan dan membangun reputasi yang baik bagi perusahaan.

Permasalahan dalam Inventory Management bagi Perusahaan

permasalahan Meskipun manajemen inventaris memiliki manfaat yang signifikan, ada beberapa permasalahan yang dapat dihadapi perusahaan dalam mengelola inventaris. Beberapa permasalahan umum dalam manajemen inventaris antara lain:

Overstock

Overstock terjadi ketika perusahaan memiliki terlalu banyak stok barang yang melebihi permintaan pelanggan. Hal ini dapat menyebabkan biaya penyimpanan yang tinggi dan risiko barang kadaluarsa atau bahkan rusak.

Stockout

Stockout terjadi ketika perusahaan kehabisan stok barang yang diperlukan untuk memenuhi permintaan pelanggan. Hal ini dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman produk dan kehilangan peluang penjualan.

Produk rusak atau kadaluarsa

Jika inventaris tidak dikelola dengan baik, barang yang tersimpan dalam persediaan dapat menjadi rusak atau kadaluarsa. Hal ini akan menyebabkan kerugian finansial bagi perusahaan.

Inventory Management vs Asset Management

Inventory Management berkaitan dengan pengelolaan stok barang atau bahan baku dalam perusahaan. Fokusnya adalah menjaga ketersediaan stok yang optimal, menghindari kekurangan atau kelebihan stok, dan juga meminimalkan biaya persediaan.

Asset Management lebih luas, melibatkan pengelolaan semua aset perusahaan, termasuk inventaris, peralatan, properti, dan juga keuangan. Tujuannya adalah mengoptimalkan nilai aset, mengurangi risiko, dan meningkatkan efisiensi perusahaan secara keseluruhan. Manajemen inventory adalah bagian dari konsep yang lebih besar, yaitu Asset Management.

Dalam praktiknya, kedua konsep inventory management vs asset management berintegrasi menjadi satu sistem yang menyeluruh untuk meningkatkan efisiensi dan pengelolaan persediaan di gudang.

Cara Memilih Inventory Management System yang tepat

Memilih aplikasi stok barang yang tepat merupakan langkah penting dalam mengoptimalkan pengelolaan inventaris perusahaan. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih manajemen inventaris system antara lain:

  1. Skala bisnis: Pilihlah sistem yang sesuai dengan skala bisnis perusahaan Anda. Pertimbangkan apakah sistem tersebut dapat memenuhi kebutuhan saat ini dan berskala sesuai dengan pertumbuhan bisnis di masa depan.
  2. Fitur dan fungsionalitas: Pastikan sistem memiliki fitur dan fungsionalitas yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, seperti pemantauan stok real-time, pelacakan pesanan, dan juga laporan analitik.
  3. Integrasi: Periksa apakah sistem dapat terintegrasi dengan sistem yang sudah ada dalam perusahaan, seperti sistem penjualan atau sistem manufaktur. Integrasi yang baik akan membantu mengoptimalkan aliran informasi antar departemen.
  4. Kemudahan penggunaan: Pilihlah sistem yang mudah digunakan dan dipahami oleh tim Anda. Maka hal ini akan meminimalkan waktu dan biaya pelatihan untuk mengadopsi sistem baru.
  5. Dukungan dan pemeliharaan: Pastikan memilih sistem yang memiliki dukungan teknis yang baik dan pemeliharaan yang teratur. Ini penting untuk memastikan sistem berjalan dengan lancar dan juga mendapatkan bantuan jika terjadi masalah.

Koneksi sebagai Solusi Terbaik Inventory Management Perusahaan Anda

Koneksi Koneksi adalah solusi yang dapat membantu perusahaan dalam mengelola inventory management dengan lebih efektif. Platform ini berfungsi khusus untuk memudahkan pengelolaan inventaris dan juga memaksimalkan efisiensi operasional perusahaan.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa software inventory dari Koneksi menjadi solusi yang tepat untuk manajemen inventaris perusahaan Anda:

Manajemen persediaan yang terintegrasi

Koneksi menyediakan fitur-fitur yang memungkinkan Anda untuk memantau dan mengelola persediaan dengan mudah. Anda dapat melacak stok barang secara real-time, mengelola pesanan, dan juga memperoleh informasi yang akurat tentang ketersediaan barang.

Dengan integrasi yang baik, data persediaan dapat dengan mudah diperbarui dan dibagikan di seluruh departemen, memastikan informasi yang konsisten dan juga terkini.

Analisis data yang mendalam

Koneksi menyediakan alat analisis data yang kuat untuk membantu Anda memahami tren permintaan, mengidentifikasi pola penjualan, dan juga melakukan perkiraan yang lebih akurat.

Dengan informasi yang tepat waktu dan terperinci, Anda dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam hal perencanaan persediaan, pembelian, dan bahkan strategi penjualan.

Automatisasi proses

Koneksi memungkinkan Anda mengotomatisasi sebagian besar proses inventory management, seperti pembaruan stok, pemesanan ulang, dan pemantauan persediaan minimum.

Hal ini akan menghemat waktu dan upaya yang sebelumnya melakukan tugas-tugas ini secara manual. Automatisasi juga membantu mengurangi risiko kesalahan manusia dan meningkatkan efisiensi operasional.

Pelacakan pesanan yang terpusat

Dengan Koneksi, Anda dapat dengan mudah melacak pesanan dari awal hingga akhir, mulai dari pengajuan pesanan hingga pengiriman kepada pelanggan.

Hal ini memudahkan koordinasi antara departemen yang terlibat dalam proses pesanan, mengurangi kesalahan dan juga keterlambatan dalam pengiriman produk.

Skalabilitas dan adaptabilitas

Koneksi hadir sebagai solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Apakah Anda memiliki bisnis kecil atau perusahaan besar, Koneksi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan pertumbuhan perusahaan Anda.

Sistem ini juga dapat berintegrasi dengan sistem lain yang ada dalam perusahaan, seperti sistem penjualan atau manufaktur, untuk mencapai efisiensi yang lebih besar. Selain itu, sistem ini 100% free unlimited user, sehingga banyak pengguna dalam satu sistem yang sama, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dalam penggunaannya.

Kesimpulan

Inventory management adalah proses penting dalam pengelolaan stok barang atau bahan baku dalam bisnis. Inventory management berbeda dengan warehouse management dan asset management tapi saling berintegrasi. Dengan menerapkan metode dan teknik yang tepat, perusahaan dapat mengoptimalkan persediaan, mengurangi biaya persediaan yang tidak perlu, dan juga meningkatkan efisiensi operasional

Namun, perusahaan juga perlu memperhatikan permasalahan yang mungkin timbul dalam inventory management, seperti overstock, stockout, juga kerusakan produk. Dengan memilih sistem manajemen inventaris yang tepat, Dengan software inventory Koneksi perusahaan dapat mengatasi tantangan tersebut dan juga mencapai hasil yang lebih baik dalam pengelolaan inventaris.

Dead stock adalah istilah yang sering perusahaan gunakan, khususnya dalam bidang inventory management atau logistik yang mengacu pada produk yang tidak terjual dalam periode waktu yang lama. Dead stock seringkali terjadi karena berbagai faktor, seperti perubahan tren atau gaya hidup, kesalahan peramalan permintaan, ataupun kegagalan dalam menerapkan strategi pemasaran. 

Kemudian, dead stock dapat menjadi masalah serius bagi perusahaan karena dapat menyebabkan kerugian finansial, pengikisan laba, dan mempengaruhi keberlanjutan bisnis. Selain itu, dead stock juga dapat merujuk pada produk yang sudah kadaluarsa atau rusak sehingga tidak dapat perusahaan jual. Oleh karena itu, inventory management yang efektif dapat membantu mengidentifikasi dan mengurangi jumlah dead stock yang ada dalam perusahaan.

Penyebab Terjadinya Dead Stock pada Inventory Management

Setelah mengetahui apa itu dead stock, Anda perlu mengetahui lebih jelasnya mengapa hal ini dapat terjadi. Sebelumnya kami sudah menyebutkan bahwa permasalahan ini terjadi karena beberapa faktor, seperti misalnya terjadinya perubahan tren pada pasar sehingga jumlah permintaan dari pasar mengalami perubahan. Maka dari itu, berikut adalah beberapa alasan terjadinya dead stock pada inventory management, yaitu:

1. Kesalahan dalam membaca permintaan pasar

Kesalahan ini merupakan alasan utama yang menyebabkan dead stock, pasalnya perusahaan tidak dapat membaca pergerakan pada grafik permintaan pasar. Hal ini yang memungkinkan perusahaan kesulitan dalam menentukan seberapa banyak jumlah produk yang akan mereka produksi. Kondisi ini terjadi karena perusahaan tidak melakukan riset terlebih dahulu secara tepat sehingga mereka tidak mengetahui langkah-langkah yang akan mereka tempuh. 

Selain itu, mereka akan mengalami kerugian jikalau mereka memproduksi barang terlalu banyak sehingga barang tersebut akan mengalami penurunan secara kualitas. Biasanya barang yang terlalu lama berada di gudang akan mengalami penurunan pada kualitasnya sehingga beberapa perusahaan akan melakukan strategi penjualan dengan diskon besar-besaran atau cuci gudang. Dengan demikian, perusahaan harus melakukan langkah yang tepat untuk bisa membaca situasi pasar saat ini.

2. Perubahan gaya hidup

Perubahan gaya hidup konsumen dapat mempengaruhi permintaan terhadap produk tertentu. Jika terjadi pergeseran tren atau preferensi konsumen, produk yang sebelumnya populer bisa mengalami penurunan permintaan secara tiba-tiba. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya dead stock karena persediaan yang ada tidak laku terjual. Oleh karena itu, perusahaan akan kehilangan daya tariknya sehingga mereka akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan pemasukan.

3. Kegagalan penerapan strategi pemasaran

Setiap perusahaan pastinya akan menerapkan strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Akan tetapi, beberapa perusahaan akan mengalami kegagalan dalam menerapkan strategi pemasarannya. Seperti misalnya, perusahaan tidak memperhatikan dengan baik terhadap kualitas produk yang mereka hasilkan, maka kemungkinan besar mereka akan sulit terjual dan berisiko menjadi dead stock. Kondisi ini terjadi karena konsumen cenderung menghindari produk yang memiliki kualitas yang buruk atau cacat. 

Terlebih lagi, jika perusahaan tidak melakukan pembaruan inovasi pada produk, maka perusahaan akan mengalami kesulitan dalam menarik minat konsumen. Selain itu, perusahaan akan merasakan bahwa konsumen yang mereka lihat akan mulai beralih ke produk yang lebih inovatif atau sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan demikian, produk yang tidak inovatif akan mengalami penurunan permintaan dan berakhir menjadi dead stock.

Pengaruh Dead Stock untuk Perkembangan Operasional Bisnis

dead stock inventory management

Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa dead stock merupakan istilah yang mengacu pada produk yang tidak laku atau menumpuk di gudang. Maka dari itu, dead stock akan mempengaruhi operasional bisnis yang akan berdampak kepada berjalannya aktivitas perusahaan. Berikut ini terdapat 4 dampak utama yang akan perusahaan rasakan ketika terjadinya permasalahan ini:

1. Penurunan pendapatan

Dead stock adalah suatu kondisi di mana barang yang perusahaan produksi tidak laku terjual dan hanya tersimpan di dalam gudang sehingga tidak menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Maka dari itu, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan pendapatan secara keseluruhan dan mempengaruhi kesehatan keuangan perusahaan.

2. Biaya penyimpanan yang meningkat

Selain penurunan pendapatan, fenomena dead stock ini membuat beban baru bagi perusahaan karena permasalahan produk yang menumpuk itu masih memerlukan ruang penyimpanan di gudang perusahaan. Maka, hal ini berarti perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyimpan sejumlah produk tersebut. Biasanya, biaya penyimpanan yang harus perusahaan bayarkan meliputi biaya sewa gudang, biaya perawatan barang, dan biaya administrasi terkait.

3. Penghambatan arus kas

Kemudian, permasalahan dead stock ini akan berdampak negatif kepada pergerakan modal perusahaan yang tidak dapat perusahaan pakai secara cepat dan mengurangi likuiditas. Hal ini disebabkan karena modal yang terjebak dalam persediaan yang tidak bergerak dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mengalokasikan dana ke area bisnis lain yang lebih produktif atau memenuhi kebutuhan keuangan yang mendesak. Dengan demikian, permasalahan ini akan berdampak kepada penurunan produktivitas perusahaan.

4. Kehilangan nilai barang

Seiring berjalannya waktu, nilai barang yang tergolong sebagai dead stock cenderung mengalami penurunan. Pasalnya, produk yang tidak terjual tersebut dapat mengalami penurunan nilai karena terjadinya perubahan tren, kerusakan, atau kadaluwarsa. Oleh karena itu, hal ini akan berdampak negatif pada nilai persediaan dan laba yang perusahaan hasilkan.

Cara Mengatasi Dead Stock

Permasalahan ini sangat berdampak kepada operasional perusahaan yang akan mempengaruhi jumlah pendapatan yang seharusnya bisa perusahaan dapatkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, perusahaan harus bisa melakukan pengelolaan yang tepat agar sejumlah produk tersebut dapat menarik minat konsumen. 

Kemudian, untuk menarik minat tersebut, perusahaan dapat menggunakan strategi promosi dan diskon untuk mendorong penjualan produk yang tidak laku terjual. Misalnya, perusahaan dapat memberikan penawaran khusus seperti diskon, bundling produk, atau program loyalitas dapat memikat pelanggan untuk membeli barang tersebut. Dengan mengurangi harga atau memberikan insentif, perusahaan dapat mengubah dead stock menjadi aliran pendapatan yang positif.

Selain itu, perusahaan dapat menjalin kerja sama dengan mitra bisnis atau outlet lain untuk menjual dead stock. Misalnya, perusahaan dapat bekerja sama dengan toko-toko online atau outlet grosir yang mungkin memiliki pasar yang berbeda atau pelanggan yang tertarik pada produk tersebut. Dengan demikian, mengoptimalkan saluran distribusi tersebut dapat membantu perusahaan untuk mengurangi dead stock.

Koneksi sebagai Solusi Sistem Inventory Management Terbaik

koneksi

Koneksi merupakan solusi sistem inventory management yang dapat membantu perusahaan dalam mengatasi berbagai tantangan dalam manajemen persediaan. Dengan menggunakan software inventory management dari Koneksi, perusahaan dapat memperoleh sejumlah manfaat yang signifikan. Sistem inventory management dari Koneksi menyediakan beberapa fitur yang dapat membantu Anda mengelola persediaan produk sehingga sistem ini dapat meminimalisir terjadinya dead stock.

Fitur yang tersedia di dalam sistem ini, seperti multi-store stock request management yang berfungsi mempercepat proses approval stock request dalam satu proses, multi-unit of measurement yang dapat membantu memudahkan Anda dalam melakukan perhitungan stok dan accurate stock aging analysis yang dapat membantu Anda dalam memantau expiry date secara real time

Kesimpulan

Dead stock merupakan kondisi di mana perusahaan memiliki persediaan produk yang tidak terjual dan tidak memiliki nilai ekonomis. Hal ini bisa menjadi masalah serius bagi perusahaan karena dead stock menghambat pergerakan modal perusahaan, memakan ruang penyimpanan, dan berpotensi mengurangi keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah dead stock, perusahaan perlu memiliki sistem inventory management yang efektif dan terintegrasi. 

Salah satu solusi yang dapat membantu perusahaan dalam mengatur persediaan produk dengan lebih baik adalah menggunakan software inventory dari Koneksi. Sistem ini dirancang untuk memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap persediaan produk, memungkinkan perusahaan untuk melacak penjualan dan stok secara real-time dan melakukan peramalan permintaan yang lebih akurat. Dengan menggunakan sistem inventory management yang efektif dari Koneksi, perusahaan dapat mengidentifikasi dead stock dengan cepat, mengurangi risiko terjadinya dead stock di masa depan, dan mengoptimalkan pengelolaan persediaan untuk meningkatkan efisiensi dan keuntungan perusahaan.