profile picture

Safira
Balasan dalam 1 menit

Safira
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
628175785528
×
profile picture

Safira

Active Now

Safira

Active Now

Accounting

Sistem Akuntansi Perusahaan Jasa untuk Efisiensi Bisnis

Pinterest LinkedIn Tumblr

Dalam era di mana transaksi bisnis semakin rumit, kebutuhan akan sistem akuntansi yang andal dan efektif menjadi semakin penting. Perusahaan jasa, yang berfokus pada penyediaan layanan dan pengalaman pelanggan, harus dapat melacak pendapatan, mengelola pengeluaran, dan memantau arus kas dengan cermat. Dalam hal ini, dapat terlihat mengapa sistem akuntansi perusahaan jasa adalah solusi yang tak tergantikan dalam mengatasi permasalahan ini. 

 

Dengan menerapkan sistem informasi akuntansi yang tepat, perusahaan jasa dapat memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap keuangan mereka. Tidak hanya itu, sistem akuntansi juga memungkinkan perusahaan jasa untuk mengelola penggajian karyawan, pembayaran vendor, dan berbagai transaksi keuangan lainnya dengan efisien. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai software ini, simak artikel berikut.

 

Pengertian Sistem Akuntansi Perusahaan Jasa

Sistem akuntansi perusahaan jasa adalah software yang berguna untuk mengumpulkan, mencatat, mengelola, dan melaporkan informasi keuangan yang berkaitan dengan operasi bisnis jasa. Penggunaan sistem ini bisa untuk memenuhi kebutuhan unik perusahaan jasa, di mana fokus utama adalah pada penyediaan layanan dan pengalaman pelanggan. Dalam hal ini, sistem akan membantu pelacakan pendapatan, pengeluaran, arus kas, serta memberikan pemahaman tentang kinerja keuangan perusahaan.

 

Selain itu, sistem akuntansi perusahaan jasa juga melibatkan pengelolaan aspek lain yang penting dalam bisnis jasa, seperti penggajian karyawan, pembayaran vendor, dan pemantauan inventaris. Sebagai contoh terdapat perusahaan jasa travel. Dengan menerapkan sistem ini, perusahaan jasa dapat meningkatkan efisiensi operasional mereka, mengoptimalkan sumber daya keuangan, dan membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan informasi keuangan yang akurat. 

 

Ciri-ciri Transaksi di Akuntansi Perusahaan Jasa

Akuntansi perusahaan jasa sendiri berfungsi untuk mengelola seluruh kegiatan operasional keuangan dari perusahaan. Untuk itu, penting untuk mengetahui seperti apa bentuk dan hasil transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Berikut merupakan beberapa ciri-ciri utama dari transaksi yang ada pada akuntansi perusahaan jasa:

 

Menjual jasa sebagai kegiatan utama

Perusahaan jasa menghasilkan pendapatan dengan memberikan layanan atau pengalaman kepada customer mereka. Dalam konteks ini, akuntansi perusahaan jasa fokus pada pengukuran dan pencatatan pendapatan dari layanan yang ada, pengelolaan biaya operasional terkait dengan penyediaan jasa, dan pemantauan keuangan yang berkaitan dengan aspek-aspek khusus seperti penggajian karyawan. 

 

Tidak menyediakan produk fisik

Perusahaan jasa menitikberatkan pada interaksi langsung dengan pelanggan, menggunakan keahlian, pengetahuan, dan keterampilan mereka untuk memberikan nilai tambah. Mereka berorientasi pada kepuasan pelanggan, kecepatan, kualitas layanan, dan pengalaman yang diberikan, daripada pada produksi dan penjualan barang fisik. Oleh karena itu, perusahaan jasa lebih fokus pada pengembangan sistem dan proses yang mendukung penyediaan layanan yang unggul dan berkelanjutan.

 

Hasil tidak bisa disamakan

Setiap layanan yang perusahaan jasa beri bersifat unik dan dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan preferensi pelanggan. Oleh karena itu, dalam akuntansi perusahaan jasa, pengukuran dan penilaian hasil layanan menjadi lebih subjektif dan sulit untuk disamakan. Penting bagi perusahaan jasa untuk mengembangkan metode pengukuran yang sesuai dan objektif untuk mencatat nilai dan dampak layanan, termasuk pengukuran kepuasan pelanggan, efektivitas layanan, dan hasil bisnis yang terkait.

 

Tidak ada standar harga umum

Setiap perusahaan jasa mungkin menetapkan harga berdasarkan berbagai faktor, seperti kompleksitas layanan, tingkat keahlian, lokasi geografis, dan kebutuhan khusus pelanggan. Akibatnya, dalam akuntansi perusahaan jasa, penentuan harga dan perhitungan pendapatan menjadi lebih kompleks dan sangat bergantung pada penilaian internal dan negosiasi dengan pelanggan. 

 

Jenis Transaksi Akuntansi Perusahaan Jasa

Jenis Transaksi Akuntansi Perusahaan Jasa

Setiap perusahaan jasa memiliki ketentuan dan karakteristik nya masing-masing. Untuk itu, tiap perusahaan jasa memiliki transaksi nya masing-masing yang sudah mereka sesuaikan. Berikut merupakan beberapa jenis transaksi akuntansi perusahaan jasa yang Anda perlu ketahui:

 

Pembelian

Pembelian dalam transaksi akuntansi perusahaan jasa adalah proses di mana perusahaan memperoleh barang atau jasa dari pihak ketiga. Dalam pembelian, perusahaan akan mencatat pengeluaran uang tunai atau penggunaan aset lainnya. Transaksi pembelian ini penting untuk mencatat biaya-biaya yang terkait dengan operasional perusahaan. Sebagai contoh, transaksi pembelian pada perusahaan jasa konstruksi berguna untuk mencatat pembelian seperti bahan baku, peralatan, bahkan layanan profesional. Pencatatan pembelian ini akan mempengaruhi laporan keuangan perusahaan, terutama dalam penghitungan laba/ rugi.

 

Pendapatan

Pendapatan dalam transaksi akuntansi perusahaan jasa merujuk pada penerimaan uang atau aset lainnya sebagai imbalan atas penyediaan jasa kepada pelanggan atau klien. Transaksi pendapatan terjadi ketika perusahaan berhasil menjual jasa atau menyelesaikan proyek yang menghasilkan penghasilan. Pencatatan pendapatan yang akurat dan tepat waktu penting dalam akuntansi perusahaan jasa untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan, menghitung laba, dan mengevaluasi efektivitas operasional.

 

Pembayaran beban-beban lainnya

Transaksi ini mencakup pembayaran untuk berbagai layanan dan pengeluaran dalam menjalankan bisnis jasa, seperti biaya perjalanan, iklan, asuransi, pemeliharaan dan peralatan. Pencatatan pembayaran yang akurat penting untuk mengontrol dan melacak pengeluaran perusahaan. Dengan mencatat dan menganalisis pembayaran, perusahaan dapat mengelola keuangan dengan efektif, memperoleh wawasan tentang pengeluaran dan membuat keputusan yang berdasarkan pada data keuangan.

 

Penerimaan piutang

Transaksi ini terjadi ketika perusahaan telah memberikan jasa kepada pelanggan dengan perjanjian pembayaran yang ada. Pencatatan penerimaan piutang akurat memungkinkan untuk melacak arus kas yang masuk dan mengelola piutang dengan lebih efisien. Transaksi penerimaan piutang juga mempengaruhi laporan keuangan, seperti laporan laba rugi dan neraca, serta membantu dalam perencanaan dan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan manajemen keuangan perusahaan jasa.

 

Penanaman Modal

Jenis transaksi ini merupakan transaksi yang mana pemilik atau investor menanamkan dana atau aset ke perusahaan untuk membiayai operasional dan pertumbuhan bisnis. Transaksi penanaman modal ini dapat berupa penyertaan modal tunai, penyertaan aset, atau kontribusi lainnya. Pencatatan yang akurat mengenai penanaman modal memungkinkan perusahaan untuk melacak sumber daya yang dimiliki, menghitung ekuitas pemilik, dan menjaga catatan keuangan yang jelas.

 

Siklus Akuntansi pada Perusahaan Jasa

Siklus Akuntansi pada Perusahaan Jasa

Dalam membuat suatu laporan keuangan, perusahaan jasa harus melalui beberapa langkah terlebih dahulu. Tahapan atau siklus dalam akuntansi ini berguna untuk menghasilkan laporan keuangan yang baik dan akurat. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mengetahui siklus akuntansi ini. Berikut merupakan siklus akuntansi perusahaan jasa:

 

Sistem akuntansi pada perusahaan jasa tahap mengidentifikasi transaksi

Pada tahap ini, perusahaan jasa mengumpulkan informasi mengenai transaksi keuangan yang terjadi, baik yang bersifat eksternal maupun internal. Hal ini melibatkan pengenalan, pengumpulan, dan dokumentasi setiap kegiatan yang memiliki dampak keuangan pada perusahaan. Dengan mengidentifikasi transaksi secara tepat, perusahaan dapat menetapkan jenis transaksi yang terjadi, mengklasifikasikannya dengan benar, dan menentukan langkah selanjutnya dalam proses akuntansi.

 

Mencatat transaksi ke dalam jurnal

Selanjutnya, setiap transaksi keuangan yang telah sistem identifikasi akan tercatat secara sistematis dalam jurnal umum. Informasi yang relevan, seperti tanggal transaksi, akun yang terlibat, dan jumlah yang terlibat, akan terdokumentasi dengan jelas. Proses pencatatan ini memungkinkan perusahaan jasa untuk mencatat dengan akurat semua transaksi yang terjadi, mempertahankan catatan yang terperinci, dan menciptakan jejak audit yang kuat.

 

Memposting ke buku besar

Kemudian pada tahap ini, transaksi yang tercatat dalam jurnal umum akan ditransfer ke buku besar untuk mencatatnya secara rinci sesuai dengan akun-akun yang terlibat. Proses ini kemudian akan melibatkan penulisan nomor transaksi, tanggal, nama akun, dan jumlah yang terlibat. Dengan memposting ke buku besar, perusahaan dapat melacak dan menganalisis secara lebih terperinci informasi keuangan, memastikan akurasi catatan, serta mempersiapkan laporan keuangan yang lengkap dan akurat.

 

Sistem akuntansi pada perusahaan jasa tahap penyusunan neraca saldo

Pada proses ini, perusahaan bisa mengevaluasi keuangan mereka secara keseluruhan, memastikan bahwa total debit sama dengan kredit, dan mengidentifikasi apakah ada kesalahan pencatatan atau ketidakseimbangan dalam catatan keuangan. Dengan menyusun neraca saldo, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang posisi keuangan mereka dan menggunakan informasi ini untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.

 

Penyusunan jurnal dan neraca saldo penyesuaian

Setelah melakukan penyusunan neraca saldo awal, kemudian akan dilakukan analisis untuk mengidentifikasi transaksi yang belum tercatat. Transaksi penyesuaian mencakup pengakuan pendapatan atau beban yang belum tercatat dan penghitungan penyusutan. Proses ini membantu perusahaan jasa untuk memastikan bahwa catatan keuangan mereka akurat dan mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya sebelum mempersiapkan laporan keuangan akhir.

 

Pembuatan neraca lajur

Neraca lajur mencakup daftar lengkap akun yang perusahaan gunakan untuk mencatat semua transaksi keuangan yang terjadi. Setiap transaksi dicatat dalam akun yang sesuai, termasuk akun pendapatan, akun beban, akun aset, dan akun liabilitas. Pembuatan neraca lajur memungkinkan perusahaan untuk memantau dan menganalisis keuangan mereka dengan lebih baik, serta menyediakan dasar kuat untuk penyusunan laporan keuangan yang akurat.

 

Sistem akuntansi pada perusahaan jasa tahap penyusunan laporan keuangan

Proses penyusunan laporan keuangan melibatkan pengklasifikasian transaksi keuangan, perhitungan saldo akhir setiap akun, serta persiapan dan penyajian informasi keuangan yang diperlukan oleh pihak eksternal seperti pemegang saham, kreditor, dan otoritas pajak. Dalam hal ini, laporan keuangan yang akurat dan transparan sangat penting dalam pengambilan keputusan keuangan dan evaluasi kinerja perusahaan.

 

Penyusunan jurnal penutup

Tujuan dari jurnal penutup adalah untuk menutup sementara akun-akun pendapatan dan beban agar siap untuk memulai periode akuntansi yang baru. Dalam prosesnya, pendapatan dan beban bersih akan dikalkulasikan dan laba bersih atau rugi bersih akan ditentukan. Setelah penyusunan jurnal penutup selesai, neraca lajur akan kembali ke keadaan semula dan siap digunakan untuk periode akuntansi berikutnya.

 

Jurnal pembalik

Tahap ini terjadi setelah penyusunan jurnal umum dan sebelum penyusunan laporan keuangan. Pada jurnal pembalik, transaksi yang telah dicatat sebelumnya akan dibalik untuk memastikan bahwa pendapatan dan beban tercatat secara akurat dalam periode yang sesuai. Biasanya, jurnal pembalik berguna untuk mengoreksi kesalahan pencatatan, mengakui pendapatan yang belum perusahan terima, atau mengakui beban yang belum lunas.

 

Sistem akuntansi pada perusahaan jasa tahap neraca akhir

Tahapan terakhir dalam siklus akuntansi pada perusahaan jasa yaitu neraca akhir. Neraca akhir mencerminkan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode akuntansi, dengan menggambarkan aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik. Oleh karena itu, Informasi  dalam neraca akhir penting untuk evaluasi kinerja perusahaan, pengambilan keputusan keuangan, serta pemenuhan kewajiban kepada pihak eksternal. 

 

Kesimpulan 

Sistem akuntansi perusahaan jasa memungkinkan pemilik usaha dan manajemen untuk mengawasi kinerja keuangan perusahaan, mengontrol pengeluaran, serta membuat keputusan bisnis. Dengan demikian, investasi dalam sistem atau software akuntansi terbaik yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan jasa merupakan langkah penting yang harus perusahaan lakukan.

Untuk membantu perusahaan jasa dalam mengelola keuangannya, salah satu software yang bisa Anda gunakan yaitu Sistem Akuntansi Koneksi. Sistem ini mencakup pemrosesan transaksi yang akurat, pelaporan keuangan yang komprehensif, manajemen inventaris, penggajian, dan manajemen proyek. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, Anda dapat mencoba demo gratis software akuntansi Koneksi sekarang!

Author

Comments are closed.