profile picture

Safira
Balasan dalam 1 menit

Safira
Ingin Demo Gratis?

Hubungi kami via WhatsApp, dan sampaikan kebutuhan perusahaan Anda dengan tim ahli kami
628175785528
×
profile picture

Safira

Active Now

Safira

Active Now

Accounting

Mengenal Cash Flow untuk Optimalkan Bisnis Anda!

Pinterest LinkedIn Tumblr

Cash flow menggambarkan aliran masuk dan keluar uang dari perusahaan selama periode tertentu. Mengetahui arus kas dengan baik penting karena akan memberikan gambaran tentang keuangan perusahaan.

Dengan banyak manfaat yang perusahaan dapatkan dari mengetahui apa itu cash flow, setiap bisnis harus memberikan perhatian khusus pada aspek ini. Untuk mengetahui apa saja manfaat ini, simak terus artikel berikut!

Apa itu Cash Flow?

Sistem Akuntansi Perusahaan Jasa

Cash flow adalah istilah yang ada dalam bidang keuangan untuk menggambarkan aliran masuk dan keluar uang dari suatu perusahaan selama periode tertentu. 

Dalam konteks bisnis, arus kas mencerminkan perubahan dalam jumlah uang yang tersedia bagi perusahaan setelah penerimaan dan pengeluaran operasional, investasi, serta pendanaan.

Dengan kata lain, arus kas mencatat semua pemasukan kas dari penjualan produk atau layanan, penerimaan pinjaman atau modal, serta seluruh biaya dan pengeluaran yang harus ditanggung, seperti gaji, bahan baku, investasi dalam aset, dan pembayaran hutang.

Arus kas menjadi faktor kunci dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan, karena memberikan gambaran yang jelas tentang seberapa likuid dan berkelanjutan bisnis tersebut.

Jika arus kas positif, artinya perusahaan menghasilkan lebih banyak uang daripada yang dikeluarkan, dan ini memungkinkan perusahaan untuk berinvestasi, membayar utang, dan mengalokasikan dana untuk pertumbuhan dan ekspansi. 

Namun, jika arus kas negatif, perusahaan mungkin mengalami masalah likuiditas, kesulitan untuk membayar utang, dan bahkan risiko kebangkrutan.

Jenis-jenis Cash Flow

Untuk mengetahui cara kerja dari penerapan sistem akutansi ini, Anda harus mengerti arus kas terdapat beberapa jenis nya. Dengan mengetahui jenis-jenis arus kas yang ada, Anda bisa menghitung arus kas dengan benar.

Berikut merupakan beberapa jenis cash flow yang ada:

Arus kas operasi

Jenis arus kas ini merupakan arus kas yang merupakan hasil jumlah uang kegiatan operasional perusahaan selama periode waktu tertentu. 

Arus kas operasi perusahaan hitung dengan menggabungkan berbagai sumber dana dari kegiatan operasional, termasuk penerimaan dari penjualan produk, pembayaran pemasok, dan biaya lainnya. 

Selain itu, analisis arus kas operasi juga penting untuk mengukur tingkat likuiditas perusahaan dan kemampuannya untuk membayar hutang jangka pendek. 

Para investor dan kreditor sering menggunakan arus kas operasi sebagai salah satu indikator utama dalam mengevaluasi kesehatan finansial perusahaan. 

Kenaikan arus kas operasi dari waktu ke waktu menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan menarik bagi calon investor. 

Di sisi lain, penurunan yang tajam dapat menjadi tanda peringatan tentang masalah potensial dalam manajemen keuangan atau operasional perusahaan. 

Arus kas investasi

Jenis arus kas satu ini berasal dari jumlah uang yang perusahaan gunakan dari kegiatan investasi selama periode waktu tertentu. 

Aktivitas investasi meliputi pembelian dan penjualan aset tetap, seperti tanah, bangunan, peralatan, serta investasi dalam saham dan obligasi perusahaan lain. 

Jika arus kas investasi positif, artinya perusahaan mendapatkan banyak uang dari penjualan aset atau investasi. Hal ini menunjukkan perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada. 

Namun, jika arus kas negatif, berarti perusahaan telah mengeluarkan lebih banyak uang untuk investasi daripada penjualan aset yang mereka dapat. Ini mungkin terjadi ketika perusahaan berinvestasi dalam proyek jangka panjang.

Melalui pemahaman terhadap arus kas investasi, investor dapat mengukur sejauh mana perusahaan berinvestasi dalam pertumbuhan dan perkembangan masa depannya. 

Selain itu, arus kas investasi juga memberikan wawasan tentang kebijakan pengelolaan aset dan efisiensi penggunaan dana perusahaan. 

Jika perusahaan berhasil mengalokasikan sumber daya dengan baik, hal ini dapat mencerminkan sikap yang positif terhadap risiko dan peluang investasi yang cerdas.

Arus kas pembiayaan

Cash flow satu ini mencakup semua aktivitas yang berhubungan dengan perolehan dan pengeluaran modal dalam perusahaan.

Kegiatan ini akan meliputi arus kas dari penerbitan atau pembelian saham, pinjaman baru, atau pembayaran dividen.

Selain itu, termasuk juga arus kas yang berasal dari pembayaran utang jangka panjang atau penerimaan dari pinjaman jangka panjang. 

Arus kas pembiayaan memberikan wawasan tentang bagaimana perusahaan membiayai operasinya dan bagaimana perusahaan mengelola kewajiban dan ekuitasnya. 

Dengan memantau arus kas pembiayaan, perusahaan dapat mengelola risiko keuangan, menentukan kebijakan dividen tepat, dan mengidentifikasi potensi kebutuhan pembiayaan masa depan.

Cara Menghitung Cash Flow yang Benar

Cash flow adalah aliran masuk dan keluar uang tunai dari aktivitas operasional, investasi, dan pembiayaan perusahaan. 

Untuk menghitung arus kas yang benar, Anda perlu memahami  penghitungan tiga jenis arus kas yang umum, yaitu operasi, investasi, dan pembiayaan. Berikut merupakan cara menghitung cash flow:

1. Cash Flow dari Aktivitas Operasional

Untuk menghitung arus kas ini akan berguna rumus berikut:

Operating Cash Flow = Laba Bersih + Beban Non-Kas (depreciation, amortisasi, dll.) – Perubahan dalam Aset Lancar + Perubahan dalam Liabilitas Lancar

Catatan: Laba Bersih dalam rumus di atas bisa digantikan dengan laba sebelum pajak dan biaya keuangan jika Anda menginginkan hasil yang lebih kasar.

2. Cash Flow dari Aktivitas Investasi

Untuk menghitung aktivitas investasi, akan bergunakan rumus berikut:

Investing Cash Flow = Pembayaran untuk Aset Tetap dan Investasi Lainnya – Penerimaan dari Penjualan Aset Tetap dan Investasi Lainnya

3. Cash Flow dari Aktivitas Pembiayaan

Untuk menghitung pembiayaan perusahaan, bisa menggunakan rumus berikut:

Financing Cash Flow = Penerimaan dari Saham dan Utang Baru – Pembayaran Dividen dan Utang

Setelah Anda menghitung arus kas dari masing-masing aktivitas, langkah selanjutnya adalah menjumlahkan ketiga komponen tersebut untuk mendapatkan cash flow bersih (Net Cash Flow) dari suatu periode tertentu:

Net Cash Flow = Cash Flow dari Aktivitas Operasional + Cash Flow dari Aktivitas Investasi + Cash Flow dari Aktivitas Pembiayaan

Jika hasilnya positif, itu menandakan bahwa perusahaan memiliki lebih banyak aliran kas masuk daripada keluar selama periode tersebut. Sebaliknya, jika hasilnya negatif, itu berarti perusahaan mengalami lebih banyak aliran kas keluar daripada masuk selama periode tersebut.

Tips Mengatur Cash Flow Secara Efisien

cashflow

Setelah mengetahui cara menghitung arus kas yang ada, Anda tentu membutuhkan tips untuk mengelola arus kas ini dengan baik.

Dengan mengetahui cara pengelolaan yang baik, hal ini akan membantu Anda mengoptimalkan kegunaan dari arus kas yang ada. Berikut merupakan beberapa tips untuk mengatur arus kas secara efektif:

Merencanakan anggaran dengan teliti

Langkah awal yang penting adalah mengidentifikasi semua sumber pendapatan dan memahami pola pengeluaran secara rinci. 

Dengan cara ini, perusahaan dapat membuat perkiraan akurat tentang uang yang akan masuk dan keluar dalam periode tertentu. 

Selanjutnya, buatlah anggaran realistis dengan menetapkan prioritas pengeluaran dan memastikan pendapatan mencukupi untuk menutupi biaya utama sebelum mempertimbangkan belanja tambahan. 

Selalu pantau anggaran secara berkala dan sesuaikan jika ada perubahan dalam situasi keuangan. Ketelitian dalam merencanakan anggaran juga membantu mengantisipasi masalah keuangan potensial dan meminimalkan risiko kekurangan dana. 

Dengan mempertimbangkan semua aspek keuangan, termasuk pembayaran utang, siklus persediaan, dan pengeluaran rutin, perencanaan matang memungkinkan untuk adanya cadangan dana darurat.

Memonitor cash flow secara rutin

Dengan melakukan pemantauan yang teratur, perusahaan dapat mengidentifikasi pola-pola pengeluaran dan pemasukan yang mungkin terjadi, serta mendeteksi masalah keuangan lebih awal.

Dengan memahami secara detail bagaimana arus kas bergerak, perusahaan bisa mengambil tindakan tepat jika ada ketidakseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran.

Memantau arus kas juga membantu dalam mengantisipasi situasi darurat atau fluktuasi yang dapat mempengaruhi stabilitas keuangan tersebut.

Dengan adanya pemantauan berkelanjutan, akan tercipta disiplin finansial dan meningkatkan kemampuan membuat keputusan dalam mengelola sumber daya keuangan secara efektif.

Mengelola persediaan dengan bijak

Terlalu banyak persediaan dapat mengikat dana perusahaan yang seharusnya berguna untuk aktivitas lain, seperti membayar hutang atau mengembangkan bisnis. 

Sebaliknya, terlalu sedikit persediaan dapat menyebabkan kelangkaan produk, hilangnya pelanggan, dan kesempatan bisnis yang terlewat.

Untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan perlu melakukan perencanaan yang cermat, memantau permintaan dan tren pasar secara teratur, dan melakukan prediksi yang akurat. 

Dengan stock audit, perusahaan dapat mengidentifikasi tingkat persediaan yang optimal, mengurangi biaya penyimpanan, dan memastikan ketersediaan produk cukup.

Dengan mengelola persediaan dengan baik, perusahaan dapat menghindari pemborosan dan meningkatkan profitabilitas bisnis secara keseluruhan.

Mempertimbangkan biaya tambahan

Terkadang, perusahaan cenderung fokus hanya pada biaya operasional utama, namun seringkali lupa menghitung biaya tambahan yang dapat berdampak signifikan pada arus kas. 

Dengan mempertimbangkan biaya tambahan dengan cermat, perusahaan dapat menghindari terjebak dalam situasi keuangan yang sulit dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan dana. 

Selain itu, perusahaan juga dapat melakukan perencanaan anggaran yang lebih realistis dan akurat, sehingga dapat mengalokasikan sumber daya dengan lebih bijaksana. 

Pengelolaan yang tepat terhadap biaya tambahan akan membantu perusahaan mengidentifikasi potensi penghematan dan mengurangi risiko ketidakstabilan keuangan. 

Hal ini dapat memberikan fleksibilitas besar dalam menghadapi tantangan pasar yang berubah-ubah, serta memastikan kelancaran arus kas perusahaan dalam jangka panjang.

Memantau pengeluaran yang ada

Dengan memantau pengeluaran secara berkala, perusahaan dapat lebih mudah mengidentifikasi area di mana pengeluaran bisa terminimalisir atau mereka optimalkan. 

Pengeluaran yang berlebihan dapat menimbulkan tekanan pada arus kas dan menghambat pertumbuhan keuangan. 

Dengan pemantauan yang cermat, dapat diambil tindakan yang tepat dan strategi pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Selain itu, dengan memantau pengeluaran, bisnis juga dapat memprioritaskan pengeluaran yang lebih penting dan mengalokasikan dana dengan bijaksana. 

Pengeluaran yang kurang penting dapat mereka tunda, sedangkan pengeluaran yang berkaitan dengan pengembangan bisnis atau investasi strategis bisa perusahaan prioritaskan. 

Dengan demikian, arus kas bisa tetap seimbang dan stabilitas keuangan dapat terjaga.

Software Akuntansi Koneksi untuk Membantu Pengelolaan Keuangan Perusahaan

Koneksi

Untuk membantu mengidentifikasi cash flow yang ada, tentu perusahaan pertama harus mengetahui seluruh aspek keuangan dari perusahaan sendiri.

Dengan mengetahui keuangan yang ada, perusahaan baru bisa mengidentifikasi arus kas yang ada. Salah satu sistem yang bisa membantu membantu hal ini yaitu Software Akuntansi milik Koneksi.

Sistem ini sendiri menyediakan fitur-fitur lengkap seperti E-facture management system, smart invoicing, dan in-depth financial reports.

Dengan bantuan fitur ini, perusahaan bisa memantau, dan menganalisis semua aspek keuangan perusahaan, mulai dari pemasukan hingga pengaturan arus kas. 

Tidak hanya itu, dengan data akurat, perusahaan dapat mengambil keputusan tepat, mengelola hingga mengoptimalkan manajemen arus kas perusahaan. 

Dengan demikian, perusahaan dapat menghindari masalah likuiditas dan keterlambatan pembayaran, serta menjaga keseimbangan keuangan yang sehat.

Kesimpulan

Cash flow adalah faktor kritis yang mempengaruhi kesehatan keuangan perusahaan dan kemampuan untuk bertahan di pasar yang kompetitif.

Salah satu langkah penting untuk mengoptimalkan cash flow adalah dengan menggunakan software akuntansi yang tepat. Dalam hal ini, software akuntansi milik Koneksi menjadi pilihan terbaik untuk membantu bisnis mencapai potensi sepenuhnya. 

Untuk membantu mengelola arus kas yang ada, Koneksi didukung dengan Sistem ini menyediakan fitur lengkap seperti E-faktur management system, smart invoicing, dan in-depth financial reports. Dengan software ini, bisnis dapat menghindari masalah likuiditas dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya keuangan mereka.

Author

Comments are closed.